Samarinda - Perhelatan tahunan Pesta Rakyat Kalimantan Timur (PRK) 2025 semakin menuju tahap kematangan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni, memimpin rapat finalisasi konsep acara pada Jumat (3/1/2025) di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur. Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan dari Perangkat Daerah (PD), Korem 091 ASN, Polresta Samarinda, serta undangan lainnya.
PRK yang diadakan dalam rangka memperingati HUT ke-68 Kaltim ini menggambarkan semangat kebersamaan dan potensi daerah. Acara ini akan berlangsung pada 9-12 Januari mendatang dan dipusatkan di GOR Kadrie Oening Samarinda.
Dalam rapat itu, Sri Wahyuni menekankan pentingnya koordinasi yang solid antar-pihak untuk memastikan kelancaran acara sesuai harapan.
“Masing-masing koordinator beserta anggota panitia agar dapat terus berkoordinasi dan memastikan kesiapan dari konsep acara yang telah ditetapkan per harinya. Mulai dari teknis, sasaran audiens diharapkan dapat dipersiapkan sebaik dan sematang mungkin,” ujar Sekda Sri.
Dengan mengusung tema “Membangun Kaltim untuk Nusantara,” acara ini dirancang untuk mempromosikan kekayaan budaya, seni, dan potensi ekonomi Bumi Etam, sekaligus merayakan keberagaman yang menjadi ciri khas provinsi ini.
PRK 2025 akan menampilkan beragam acara menarik mulai dari konser artis nasional seperti SLANK dan NDARBOY, penampilan artis lokal, kesenian budaya Kaltim, serta pameran produk-produk unggulan UMKM, kuliner, fashion, dan informasi dari PD di provinsi Kaltim.
Kegiatan utama dalam event ini mencakup parade tarian tradisional, parade kesenian Kaltim, lomba, menikmati masakan Kaltim dan nusantara, festival kuliner rakyat, jalan sehat rakyat Kaltim, GoWes, bazar sembako murah, dan lain-lain, yang diharapkan akan meningkatkan daya tarik pengunjung untuk menghadiri bazar serta menjadi bentuk pelestarian kebudayaan Kaltim.
Pada perhelatan PRK kali ini, Sekda Sri juga menekankan agar stan pameran PD tidak hanya menyajikan informasi tentang tugas pokok dan fungsi serta hasil pembangunan daerah kepada pengunjung, melainkan juga harus menyajikan pelayanan publik agar kehadiran di tengah masyarakat semakin terasa.
“Dengan demikian, ada upaya untuk mendekatkan pemerintah daerah kepada masyarakat. Stan PD harus mampu memberikan informasi sekaligus pelayanan yang nyata, seperti konsultasi langsung atau layanan administrasi sederhana yang dapat dilakukan di lokasi,” tegas Sri Wahyuni.
Pesta Rakyat Kaltim 2025 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan yang meriah, tetapi juga ajang yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah, terutama UMKM lokal.
“Semoga PRK 2025 dapat menjadi penggerak kebangkitan ekonomi, pelestarian budaya, dan wujud nyata harmonisasi keberagaman masyarakat Kaltim. Mari kita bersama-sama merayakan hari jadi ke-68 Kaltim dengan semangat membangun untuk Nusantara,” tutur Sri Wahyuni. (*)
0 Comments:
Leave a Reply