Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah meminta seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dapat memahami peran fungsional yang diemban.
Dia mengamati masih banyak pejabat yang belum memahami peran fungsional diamanahkan. Edi ingin persoalan ini mendapat perhatian serius seluruh pejabat, dengan upaya meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan di Kukar.
Menurutnya, peralihan pejabat struktural ke fungsional merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan publik. Tapi dia juga menyoroti pentingnya pemahaman yang memadai terkait tanggung jawab dan tugas-tugas yang melekat pada jabatan fungsional.
"Karena dari beberapa kita melakukan proses pelantikan, peralihan dari pejabat struktural ke pejabat fungsional. Itu masih banyak teman-teman yang hari ini belum memahami fungsionalnya," ujarnya.
Ia menekankan, agar setiap pejabat memastikan tercapainya kinerja pemerintahan yang optimal. Penting bagi para pejabat fungsional untuk memahami dengan baik tugas-tugas yang harus mereka laksanakan, serta memiliki kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kompetensi para pejabat fungsional, menurut dia Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) harus bisa memahami tugasnya untuk memberikan sosialisasi perubahan pola pikir.
"Memang kami paham semua yang namanya birokrasi ini perubahannya tidak seperti membalik telapak tangan, perlu proses waktu berjalannya. Karena kita ini terbentuk dari tiga jenis waktu, yakni tempo dulu, hari ini, dan masa depan," jelasnya.
Dulunya, semua tidak hanya terbentuk pada saat mengikuti pendidikan di sekolah. Melainkan pada saat masuk di dalam sistem birokrasi, menjalankan pemerintahan juga menjadi bagian dari membentuk sikap dan pola pikir.
Ia menambahkan, dulu telah diketahui bersama bahwa pemerintahan menerapkan sistem sentralistik. Tetapi sekarang berubah menjadi sistem pemerintahan berbasis manajemen modern dan manajemen keterbukaan yang berbasis IT.
"Kita terus bergerak untuk beradaptasi, menyesuaikan dengan kebutuhan hari ini. Makanya fenomena yang terjadi di tengah masyarakat kita bagaimana kebutuhan generasi milenial. Itu yang selalu saya ingatkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak berbanding lurus dengan perubahan birokrasi pelayanan," tutup Edi. (Adv/Kukar/Ly)
0 Comments:
Leave a Reply