Kutai Kartanegara - Pengerjaan tahap satu pembangunan Jembatan Sebulu di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sudah dimulai.
Kontrak dengan pihak ketiga sudah ditandatangani sejak Selasa (23/1/2024) lalu dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sudah mengeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
“Kontrak dengan penyedia sudah mulai, berarti mereka sudah mulai bekerja,” kata Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti.
Disampaikan Linda, pagu anggaran untuk pengerjaan tahap satu ini senilai Rp203 miliar. Pengerjaan yang dilakukan adalah membangun jalan pendekat ke arah masuk jembatan. Jalan pendekat ini sebagian urukan dan sebagiannya pile slab atau tiang pelat. Dikerjakan di dua sisi, Desa Sirbaya dan Desa Sebulu Modern.
“Itu pagu kegiatannya, bukan nilai kontraknya. Itu di pengguna anggaran langsung kepala dinas. Nggak pakai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), karena nilainya di atas Rp100 miliar,” sebutnya.
Untuk pembangunan bentang jembatan akan dilakukan pada tahap kedua di 2025 mendatang. Bentangnya kurang lebih 272 meter, abutmen bertemu abutmen. Linda menyebut, titik pasti panjang jembatan nantinya akan dipastikan lagi.
“Apakah masih sama posisinya, takutnya tidak ada kesepakatan harga (waktu pembebasan lahan di 2024). Kadang bergeser titiknya, bisa jadi nanti bentangnya beda lagi desainnya panjangnya,” jelasnya.
Diakui Linda, tahun depan pihaknya sedikit terkendala dengan design Jembatan Sebulu. Sebab belum mendapat persetujuan dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Apalagi Jembatan Sebulu memiliki bentang lebih dari 100 meter. Sesuai Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 10 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan, Jembatan Sebulu masuk kriteria jembatan khusus.
Untuk jembatan khusus diperlukan investigasi atau analisis khusus, seperti analisis probabilitas seismic hazard, analisis pushover, analisis aerodinamika yang mengacu pada konsensus KKJJTJ.
“Harus mendapat persetujuan dulu, barulah bisa design itu kita gunakan. Kendala kita sekarang belum disetujui, PPK masih bolak balik Kementerian PUPR,” ucapnya.
“Kalau sudah disetujui disainnya, akan kita laksanakan (pengerjaan) di 2025, bentang utamanya apakah tipe melengkung atau bagaimana nanti,” tukas Linda.
Ia berharap, proyek pembangunan Jembatan Sebulu ini bisa dirampungkan tahun depan. Sehingga, pengguna jalan bisa dengan mudah dan aman untuk menyeberang. Selama ini, masyarakat menggunakan kapal feri untuk menyeberengi sungai.
“Semoga selesai 2025, karena nggak multiyears. Jembatan semestinya kalau dalam satu bentang harus satu kesatuan orangnya (kontraktor pelaksana) harus sama biar tahu,” tutupnya. (Adv/Kukar/Ly)
0 Comments:
Leave a Reply