Samarinda – Menghadapi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kaltim berkomitmen untuk fokus pada pembinaan atlet muda.
Hal ini ditegaskan oleh Ketua NPCI Kaltim, Suharyanto, yang menilai bahwa pembinaan sejak dini akan menjadi kunci kesuksesan.
"Salah satu langkah penting adalah menyiapkan atlet muda yang potensial. Mereka adalah aset masa depan yang akan menyumbangkan medali bagi Kaltim dan Indonesia di Peparnas 2028," kata Suharyanto.
NPCI Kaltim sendiri sudah mulai mempersiapkan atlet muda melalui Pekan Paralimpik Pelajar Provinsi (Peparprov) Kaltim, yang akan menjadi ajang seleksi untuk mengidentifikasi bakat-bakat baru.
"Kami akan memaksimalkan empat tahun ke depan untuk menyiapkan atlet muda terbaik yang bisa berkompetisi di level nasional dan internasional," jelasnya.
Dalam gelaran Peparnas di Solo tahun 2024, Kaltim berhasil menduduki posisi ke-13 dengan total 38 medali, yang terdiri dari 7 medali emas, 13 perak, dan 18 perunggu. Keberhasilan ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet disabilitas di Kaltim.
Suharyanto mengungkapkan rasa bangganya terhadap dukungan pemerintah daerah yang telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mempersiapkan atlet-atlet paralimpik Kaltim. "Dengan dukungan ini, kami yakin bisa menorehkan prestasi lebih baik di Peparnas mendatang," tambahnya.
Selain itu, Suharyanto juga mengungkapkan bahwa beberapa atlet muda dari Kaltim, seperti Kirana Dafia Larassati, telah dipanggil untuk mengikuti ASEAN Para Games 2025 di Thailand.
"Ini adalah langkah besar bagi atlet kita untuk terus berkembang dan berprestasi," ujarnya.
Dalam setiap kesempatan, Dispora Kaltim, melalui Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, AA Bagus Sugiarta, mengapresiasi capaian NPCI Kaltim di kejuaraan nasional. (*)
0 Comments:
Leave a Reply