Samarinda - Ajang Pra POPNAS Zona IV Kendari 2024 yang berlangsung sejak 18 hingga 24 November ini memperlihatkan kekuatan Kalimantan Timur (Kaltim) dalam berbagai cabang olahraga.
Salah satu sorotan utama datang dari tim sepak bola yang berhasil meraih tiket semifinal setelah menunjukkan performa gemilang di babak penyisihan. Tim sepak bola Kaltim, yang tergabung dalam Grup A, sukses meraih dua kemenangan beruntun, yaitu 2-1 melawan Sulawesi Barat dan NTB, meskipun sempat menelan kekalahan tipis 3-4 dari NTT. Kemenangan tersebut memastikan posisi mereka sebagai juara grup, membuka peluang besar untuk lolos ke PON 2025 Aceh-Sumut.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading, menyampaikan rasa syukurnya atas hasil yang diraih oleh para atlet sepak bola. Ia juga menegaskan pentingnya dukungan penuh dari pihak Dispora Kaltim, termasuk Plh Kadispora, Sri Wartini, yang turut hadir memberikan motivasi langsung kepada para atlet. "Kami berharap hasil ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh tim untuk melangkah lebih jauh dan mempertaruhkan nama baik Kaltim di ajang Pra POPNAS ini," ujar Rasman.
Dalam ajang yang diikuti oleh 7 provinsi lain, yakni Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, NTT, dan NTB, Kaltim menunjukkan kualitas atlet yang mumpuni. Rasman berharap, kerja keras ini bisa menjadi modal untuk tampil lebih baik di ajang nasional mendatang. Ia juga meminta doa dan dukungan masyarakat Kaltim untuk bisa meloloskan sejumlah cabang olahraga menuju PON 2025.
Selain sepak bola, cabang olahraga lainnya seperti bola voli, takraw, dan tinju juga menjadi sorotan. Kaltim berhasil menempatkan atletnya dalam posisi strategis di sejumlah nomor tanding. Persaingan yang ketat di setiap cabang memberikan tantangan tersendiri, namun Rasman optimistis Kaltim bisa melaju lebih jauh dan meraih prestasi maksimal.
Salah satu hal yang disorot dalam persiapan ini adalah pembinaan yang telah dijalani oleh para atlet sejak awal. Pelatihan intensif dan dukungan fasilitas yang memadai menjadi kunci untuk memastikan bahwa Kaltim bisa menghasilkan atlet berprestasi yang siap bersaing di level nasional. "Kami tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, tetapi juga kerja tim dan strategi yang matang dalam setiap pertandingan," tambah Rasman. (*)
0 Comments:
Leave a Reply