Kutai Kartanegara - Pemangkasan terhadap kegiatan pertemuan atau rapat serta perjalanan dinas (Perjadin) menjadi fokus utama dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Dalam rangka mengimplementasikan efisiensi anggaran yang diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, efisiensi ini menjadi pembahasan bersama dalam kegiatan Ngapeh Hambat yang dilaksanakan pada Senin (17/2/25) di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar.
Edi menekankan perlunya efisiensi dalam pelaksanaan rapat dan perjalanan dinas yang tidak mendesak dan tidak tepat sasaran.
"Saya rasa pada tahun ini tidak perlu lagi melakukan perjalanan ke Batam atau Bali, karena sudah ada Rp 232 Miliar yang dikeluarkan untuk perjalanan ke luar Kukar," tegas Edi. Pernyataan ini disampaikan berdasarkan paparan yang disampaikan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar, Sukotjo.
Pemangkasan akan diarahkan pada perjalanan dinas dalam kota sebesar 50 persen, perjalanan dinas biasa 60 persen, rapat dalam kota 40 persen, dan rapat luar kota 75 persen.
Adapun alokasi perjalanan dinas pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 ini adalah sebagai berikut: perjalanan dinas biasa sebesar Rp 223. 962. 026. 952, perjalanan dinas tetap Rp 1. 554. 295. 000, dan perjalanan dinas dalam kota sebesar Rp 149. 167. 089. 858,07. Selain itu, terdapat juga alokasi untuk paket rapat dalam kota sebesar Rp 29. 513. 179. 925,00 dan paket rapat luar kota sebesar Rp 58. 625. 877. 000,00.
Adapun total anggaran sebesar Rp 462. 822. 468. 735,07 untuk perjalanan dinas dan paket rapat ini, Pemerintah Kabupaten Kukar akan mendorong pemangkasan belanja perjalanan dinas sebesar 50 persen atau minimal Rp 231. 411. 234. 368 atau sekitar Rp 232 Miliar. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan efisiensi belanja yang lebih produktif dan tepat sasaran.
"Saya sudah mengungkapkan berkali-kali bahwa pelaksanaan workshop sebaiknya dilakukan di Kembang Janggut saja, sehingga anggaran dapat berputar di daerah kita, bukan di daerah lain," pungkasnya. (Adv/diskom/aw)
0 Comments:
Leave a Reply