Disdikbud Kukar Sebut Fasilitas Belajar Belum Memadai

image

Kutai Kartanegara - Pendidikan merupakan fondasi utama bagi kemajuan suatu daerah, dan Kutai Kartanegara (Kukar) tidak terkecuali. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dihadapkan pada tantangan yang signifikan dalam hal penyediaan Sarana dan Prasarana (Sarpras) pendidikan yang memadai. Terutama di jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama, kebutuhan akan perbaikan sarana dan prasarana sangat mendesak.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, mengungkapkan bahwa ada lebih dari 400 sekolah dasar (SD) dan sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) yang tersebar di wilayah Kukar. Dengan jumlah institusi pendidikan yang begitu banyak, tantangan untuk memperbaiki fasilitas menjadi sangat kompleks. Thauhid mengakui bahwa banyak sekolah yang masih menghadapi keterbatasan dalam hal fasilitas belajar, seperti ruang kelas yang tidak memadai, kurangnya alat peraga, serta infrastruktur yang tidak mendukung proses belajar mengajar.

“Memang banyak yang masih belum memadai, terutama di SD dan SMP. Jumlah sekolah kita banyak sekali. Untuk SD saja ada lebih dari 400 unit, belum lagi SMP. Maka, mustahil semua bisa dibenahi sekaligus,” ungkap Thauhid, Senin (7/4/2025).

Ia menjelaskan, pembenahan Sarpras dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kapasitas anggaran yang tersedia setiap tahunnya.

Menurutnya, pendekatan ini dilakukan agar perbaikan dapat berjalan lebih berkelanjutan dan tepat sasaran.

“Prinsipnya, kita lakukan pelan-pelan tapi pasti. Prioritas akan ditentukan berdasarkan urgensi dan kondisi riil di lapangan,” jelasnya.

Namun demikian, Thauhid menegaskan bahwa belanja pembangunan fisik bukan satu-satunya orientasi Disdikbud Kukar.

Ia menilai bahwa peningkatan kualitas pendidikan juga sangat bergantung pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia, terutama para tenaga pendidik.

“Kalau semua anggaran kita habiskan untuk bangun gedung, terus bagaimana dengan gurunya? Tidak cukup hanya dinding sekolah yang bagus, tapi isinya sistem pengajaran dan kualitas guru itu juga harus diperhatikan,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen untuk peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh, Disdikbud Kukar juga mendorong pelatihan guru, bimbingan teknis (Bimtek), dan pengadaan alat penunjang belajar di kelas. (adv/diskom/aw)

Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga 4 Miliyar.
  • Tags:

0 Comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *