Camat Muara Jawa Inginkan Relokasi Kantor Agar Lebih Strategis dan Representatif

image

Kutai Kartanegara - Pelayanan publik merupakan aspek krusial yang mencerminkan kualitas pemerintahan di tingkat kecamatan. Di Kecamatan Muara Jawa, upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik tidak lagi bersifat tambal-sulam atau sekadar pemolesan infrastruktur yang ada. Pemerintah setempat, di bawah kepemimpinan Camat Muhammad Ramli, mengusung sebuah pendekatan transformasional yang lebih menyeluruh, dengan menata ulang ruang pelayanan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah sebagai kunci keberhasilan reformasi. Salah satunya langkah yang diambil ialah rencana relokasi kantor kecamatan ke lokasi yang lebih strategis dan representatif.


"Kami ingin menghadirkan Kantor Camat sebagai pusat pelayanan yang benar-benar bisa diakses dan nyaman bagi masyarakat. Kantor lama secara fisik masih layak, tapi secara fungsional sudah tidak optimal, terutama untuk kegiatan berskala besar," ujarnya, Jumat (11/7/25).


Lokasi baru yang tengah dikaji merupakan eks Kantor Kelurahan yang memiliki lahan lebih luas dan mudah diakses. Skema ini tidak hanya menghemat anggaran karena menggunakan aset pemerintah yang ada, tapi juga sejalan dengan prinsip efisiensi ruang dan tata kelola aset daerah.

Selain penataan pusat pelayanan, pemerintah kecamatan juga fokus membuka konektivitas antarwilayah.


Dua ruas jalan utama yang selama ini menjadi titik lemah mobilitas masyarakat, akan diprioritaskan perbaikannya. Ramli menilai, kelancaran akses antar-kelurahan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi fondasi dasar pemerataan layanan dan percepatan pembangunan desa.


"Jalan adalah nadi pelayanan. Tanpa konektivitas, distribusi layanan dan mobilitas aparatur akan selalu tersendat," tegasnya.


Program perbaikan jalan dan relokasi Kantor Camat kini telah dimasukkan dalam tahap perencanaan jangka menengah. Ramli berharap, dua agenda strategis ini bisa masuk dalam skema APBD murni tahun 2026, agar dapat segera dilaksanakan.


Meski fokus pada agenda besar, Muara Jawa tak mengabaikan pembangunan dasar. Perbaikan gang lingkungan, drainase RT, serta pelatihan ekonomi warga tetap berjalan. Ramli menyebut ini sebagai pendekatan dua jalur pembangunan, yakni transformasi struktural dan penguatan pemberdayaan warga.


"Kami berkomitmen menyusun pembangunan yang tidak hanya terlihat dari bangunan, tapi juga dari kemudahan warga mendapatkan layanan," pungkasnya. (adv/diskom/aw)

Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga 4 Miliyar.
  • Tags:

0 Comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *